ILMU
BUDAYA DASAR
NAMA : RUTH NATALIA NADEAK
NPM : 39414865
JURUSAN : TEKNIK
INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
DEPOK
2014/2015
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
1.
Pengertian Pandangan Hidup ....................................................................... 3
2. Cita-cita......................................................................................................... 3
3. Kebajikan....................................................................................................... 4
4. Usaha atau Perjuangan................................................................................... 6
5. Keyakinan/kepercayaan..................................................................................7
6. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik..........................................8
7. Pengalaman Pribadi........................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 13
MANUSIA DAN PANDANGAN
HIDUP
A.PENGERTIAN PANDANGAN
HIDUP
Pandangan gidup bersfifat kodrati karena menyangkan masa
depan seseorang.Pandangan hidup berarti pegangan,pedoman,arah untuk hidup ke
depan.Pandangan hidup muncul karena adanya harapan.Pandangan hidup itu penting
untuk menjalankan kehidupan ke depannya.
Pandangan hidup diklasifikasikan bedasarkan asalnya ada
tiga yaitu :
a)
Pandangan hidup yang berasal dari agama
yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b)
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang
disesuaikan dengan kebudaayaan dan norma yang terapat pada negara tersebut
c)
Pandangan hidup hasil renungan yaitu
pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan
yang diterima masyarakat disebut ideologi.Ideolog poitik untuk organisasi
politik sedangkan untuk negara yaitu ideologi negara.Pandangan hidup mempunyai
unsur cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan.Keempat unsur ini tidak dapat
dipisahkan karena berkaitan satu sama lain.
B.CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan,harapan akan sesuatu hal yang
harus dicapai untuk kepuaan tersendiri.Cita-cita merupakan pandangan hidup
kedepannya.Orang yang tidak memiliki cita-cita berarti orang yang tidak mau
menjalanin hidup dan idak memikirkan masa depan.
Apabila
cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi,
maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan
dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehinga usaha untuk
mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang
akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita
ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yamh hanya
bercita0cita tampa usaha.Tidak ada kata tiddak mungkin jika dia mau berusaha dan
ada niat.Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya
dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat.Jadi dalam mencapai
cita-cita harus dibarengin usaha dan terutama doa.
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan adalah perbuatan yang sesuai dengan
norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik,
karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk
bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia
cenderung berbuat baik.dan terkadang manusia cemderung tidak
berbuat baik karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi misalnya faktor
lingkungan,kondisi,dll.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan
badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia
meninggal.Manusia itu terkaddang egois karena mementingkan diri sendiri,
seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak dapat hidup tanpa manusia
lain.Manusia sebagai mahluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berekembang
karena Tuhan.Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga
segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia
sebagai anggota masyarakat,dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Manusia
adalah makhluk yang memiliki akal dan pikirian sehingga manusia itu tau
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Baik buruk
itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan
di dalam hati yang mendesak seseorang untuk
menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan,tindakan atau tingkah
laku. Namun terkadang banyak manusia yang tidak mau mendengarkan suara hatinya
karena kegoisan.
Suara
hati itu datangnya dari lubuk hati yang terdalam dan tidak pernah salah. Jadi
berbuat atau bertindak menurut suara hati, maka tindakan atau
perbuatan itu adalah baik. Sebaliknya perbuatan atau tindakan
berlawanan dengan suara hati kita, maka perbuatan atau tindakan itu
buruk. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi-pribadi, sehingga setiap suara
masyarakat pada hakekatnya adalah kumpulan suara hati
pribadi-pribadi dalam masyarakat itu. Suara hati masyarakat pada dasarnya
adalah baik.
Sesuatu yang baik bagi masyarakat, berarti baik bagi kepentingan
masyarakat. Tetapi dapat saja terjadi, bahwa sesuatu yang baik bagi kepentingan
umum/masyarakat tidak baik bagi salah seorang atau segelintir orang
didalamnya atau sebaliiknya.
Sebagai
mahluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara
Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan
yang tidak baik. Kebajikan berarti berkata sopan, santun,
berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian
sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
Kebajikan
manusia nyata dan dapat dirasakan dalarn tingkah
lakunya. Karena tingkah laku bersurnber pada pandangan hidup, maka
setiap orang memiliki tingkah laku sendin-sendiri, sehingga tingkah
laku setiap orang berbeda-beda.
Faktor-faktor
yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
·
Pertama faktor pembawaan
(heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam
kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan atau
dipusakai oleh orang tua.
·
Faktor kedua yang menentukan
tingkah laku seseorang adalah Iingkungan (environ ment).
Lingkungan yang membentuk seseorang
merupakan alam kedua yang terjadinya
setelah seorang anak lahir (masa pembentukan
seseorang waktu masih dalam kandungan merupakan
alam pertama ). Lingkungan membentuk jiwa seseorang
meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.Pembentukan pribad i dalarn
sekolah terjadi pada masa anak-anak
atau masa sekolah.
·
Lingkungan ketiga adalah
masyarakat, yang menjadi panutan bagi
seseorang adalah tokoh masyarakat dengan masa setelah
anak-anak menjadi dewasa atau duduk di perguruan
tinggi. Selain tokoh-tokoh dalarn rumah tangga,
sekolah dan masyarakat yang merupakan person,
kepribadian seorang anak juga memperoleh pengaruh dari benda-benda
atau peralatan dalarn lingkungaan tersebut yang merupakan non
person.
Dalarn
prakteknya, dari ketiga faktor diatas. yaitu hereditas, lingkungan, dan
pengalarnan.
D. USAHA /
PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap
manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya,
Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan.Perjuangan untuk
hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa
usaha/perjuangan,manusia tidak dapat hidup sempuma.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani,
atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan.
Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat
kernakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan
itu terbatas pada fisik dan
keahlian/ketrampilan. Orang bekerja dengan fisik
lemah memperoleh hasil sedikit, ketrampilan akan memperoleh
penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak
mempunyai ketrampilan/keahlian.
E. KEYAKINAN /
KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau
kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran
filsafat,yaitu
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan
tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang
tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alarn
semesta lengkap dengan hukum-hukumnya. secara mutlak dikuasai Tuhan.Manusia
hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan .
Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah
mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan
ajaran-ajaranTuhan yaitu agarna. Ajaran agarna itu ada dua macarn yaitu :
1. Ajaran agarna
dogmatis, yang disarnpaikanoleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agarna yang
dogmatis bersifat mutlak (absolut),terdapat dalam kitab suci Al-Quran dan
Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.
2.Ajaran agarna
dari pemuka-pemukaagarna,yaitu sebagaihasil pemikiranmanusia, sifatnya
relatif(terbatas).Ajaranagarnadari pemuka-pemukaagarnatermasukkebudayaan,terdapat
dalarn buku-buku agarna yang ditulis oleh pemuka-pemuka agarna. Sifatnya dapat
berubah-ubah sesuai dengan perkembanganjarnan.
Natur
adalah kekuatan tertinggi, maka keyakinan itu
bermula dan kekuatan natur. Pandangan
hidupnya dilandasi oleh kekuatan natur. Manusia
yakin bahwa kebajikan adalah kebajikan
natur. Pandangan hidup yang dilandasi oleh
kekuatan natur sifatnya atheisme. Ini disebut
pandangan hidup komunis.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan
akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut
akal itulah yang baik, walaupun
bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia
yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat
dicapai dengan sukses.
(c) Aliran Gabungan
Dasar
aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib aninya
kelruatan yang berasal dan Tuhan, percaya adanya
Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar
kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya
sesuato.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul
dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat
didasarlcan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor
duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya
tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika
berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat),
pandangan hidup ini disebut sosialisme.
Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya
mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika
berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara
individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialime –
religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika
berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia
Tuhan.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAlK
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana
kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang
bersangkutanKarena hanya dengan rnernpunyai langkah-langkah itulah kita
dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mcncapai
tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu
sebagai berikut :
(1)
Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi rnanusia yaitu rnerupakan tahap
pertarna dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini rnengenal apa itu
pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa sctiap manusia itu
pasti rnernpunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan
hidup itu ada sejak rnanusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia
itu bel urn turun ke dunia.
(2)
Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini
dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila
dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan
hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila
dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
(3)
Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah
menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati
pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan
benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung
didalanmya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan
mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah
yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati
ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan
pandangan hidup, bertanya kepada orang yang
dianggap lebih tabu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu
atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati
pandangan hid up kita akan memperoleh mengenai kebenaran
tentang pandangan hidup itu sendiri.
Yang perIu diingat dalam langkah mengerti
dan menghayati pandangan hidup itu, yaitu
harus ada. Sikap penerimaan terhadap pandangan hidup
itu sendiri. Dalam sikap penerimaan pandangan hidup
ini ada dua altematif yaitu
penerimaan secara ikhlas dan penerimaaan
secara tidak ikhlas.
(4) Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara
kemanusiaan, maupun ditinjau dan segi kemasyarakatan
maupun negara dan dari kehidupan di
akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan
hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan
suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat
mencapai suatu tujuan hidupnya.
(5.) Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini
sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh
orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya Sedangkan
perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan
manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah
meninggal yaitu di alam akherat.
Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada
orang tua (kedua orang tua). Dalam mengabdi kepada orang tua bila didasari oelh
pandangan hidup Islam maka akan cenderung untuk selalu disertai dengan ketaatan
dalam mengikuti segala perintahnya.
(6) Mengamankan
Hal ini karena
kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup
itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan
langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya
sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya rnaka dia pasti akan
mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.
PENGALAMAN PRIBADI
Setiap
manusia memiliki keinginan untuk hidup sejahtera.Setiap manusia memiliki
pandangan hidup yang berbeda-beda.Dengan adanya harapan cita-cita maka manusia
memiliki pandangan hidup.Pandangan hidup menyangkut masa depan.
Pandangan
hidup menyangkut cita-cita masa depan.Seperti saya memilikki cita-cita dulunya
untuk kuliah di negri dengan usaha,dan doa.Namun pada kenyataannya saya tidak
lulus.Mungkin Tuhan punya rencana yang indah pada waktu yang mendatang.
Sekarang
saya kuliah di Gunadarma,saya sangat bersyukur kuliah disini.Saya memiliki
tujuan hidup dengan kuliah di gunadarma.Saya ingin mencapai cita-cita saya
.Pandangan hidup saya sekarang untuk menjadi orang sukses.
Saya
ingin menjadi orang sukses dan bisa berguna dan membantu orang banyak. Dan
dapat juga membanggakan orang tua,setelah apa yang telah mereka berikan
setidaknya saya bisa membalas keringat mereka dengan perasaan banga
Walau
saya pernah gagal membanggakan kedua orang tua saya dan tidak dapat masuk
perguruan tinggi negri saya yakin belom terlambat dan masih banyak waktu untuk
dapat berubah dan membuktiikan
Dan juga saya selalu melihat kedepan
dan melupakan kegagalan dimasa lalu, sebagai manusia normal saya juga mempunyai
keinginan untuk mempunyai keluarga yang harmonis dan juga bahagia, dan dapat
menyayangi anak-anak saya kelak dan membeikan penndidikan yang terbaik buat
mereka dan agar dapat berguna bagi orang bayak dan dapat membanggakan kedua
orang tua.
DAFTAR PUSTAKA

