ILMU
BUDAYA DASAR
NAMA : RUTH NATALIA NADEAK
NPM : 39414865
JURUSAN : TEKNIK
INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
DEPOK
2014/2015
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
1.
Pengertian Keadilan ...................................................................................... 3
2. Keadilan sosial............................................................................................... 3
3. Macam-macam Keadilan............................................................................... 4
4. Kejujuran....................................................................................................... 5
5. Kecurangan................................................................................................6
6. Pemulihan nama baik.................................................................................7
7. Pembalasan................................................................................................8
8. Pengalaman Pribadi....................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
MANUSIA
DAN KEADILAN
A.PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan menurut aristotele adalah kelayakan dalam
tindakan anusiaKelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara dua orang atau
dua benda.Bila kedua orang tersebut diperhdapakan dalam sesuatu hal,mereka
harus mendapatkan bagiannya masing-masingsesuai dengan porsi yang pas.Kalo
tidak sama rata maka terjadi ketidakadilan.
Beberapa pendapat
keadilan menurut para ahli :
·
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada
diri manusia sehingga yang dkatakan adil adalah orang yang mengendalikan
diri,perasaanya dikendalikan oleh akal.
·
Pendapat Socrates tentang keadilan
adalah bila mana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah
melaksanakan tugasnya degan baik.
·
Kong Hu cu berpendapat lain bahwa
keadila terjadi apabila anak sebagai anak,ayah sebagai ayah,raja sebagai
raja,masing-masing melaksanakan kewajibannya.
Menurut
pendapat umum bahwa keadilan adalah segala perlakuan yang seimbang yang berhak
diterima oleh setiap makhluk hidup sesuai dengan pernana dan kewajibannya
masing-masing.Bila manusia tidak mendapakan keadilan yang sesuai maka akan
terjadi keributan.ketidakadilan,ketidakdamaian.Berdasarkan kesadaran etisa,kita
diminta untuk menyesuaikan atau menyeimbangkan antara hak dan kewajiban.
B.KEADILAN SOSIAL
Sesuai dengan isi Pancasila sila ke-5 yaitu “keadilan
bagi seluruh rakyat Indonesia”.Sehingga keadilan berhak didapat oleh seluruh
masyarakat.Prinsip dari keadilan itu sendiri untuk membentuk
kesejahteraan,kedamaian,mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara
1966 memberikan perumusan sebagai berikut :
“Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap
orang di Indonesia akan mendapat perlakian yang adil dalam bidang
hukum,poitik,ekonomi dan kebudayaan”.
Perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk untuk mewujudkan
keadilan sosial :
1)
Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap
gotong royong dan kekeluargaan
2)
Sikap adil terhadap sesama
3)
Sikap suka memberi pertolongan
4)
Sikap suka bekerja keras
5)
Sikap saling menghargai
Asas
mengenai keadilan dituangkan dalam berbagai langkah melalui delapan jalur
pemerataan :
1)
Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
rakyat
2)
Pemerataan memperoleh pendidikan dan
kesehatan
3)
Pemerataan pendapatan
4)
Pemerataan lapagan kerja
5)
Pemerataan kesempatan berusaha
6)
Pemerataan kesempatan berpartisipasi
7)
Pemerataan penyebaran pembangunan
8)
Pemerataan kesemepatan memperoleh
keadilan
C.BERBAGAI MACAM
KEADILAN
A) Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum
merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga
kesatuaya.Setiap orang menjalankan pekerjaannya sesuai dengan
kewajibannya.Sunoto menyebut keadilan itu legal.
Keadilan timbul karena untuk penyatuan dan peyesuaian yag
tepat dalam kehidpan masyarakat.Keadilan dalam masyarakat terwujud bila
masing-masing menjalankan peranannya dan fugsinya dengan baik menurut
kemampuannya.Fungsi penguasa ialah membagi-bagi tugas masing-masing suesuai
dengan fungsi dan kemampuan masing-masing.
Ketidakadilan terjadi bila sesorang tidak menjalankan
peranan dan tanggug jawabnya dengan baik dan pihak lain yang mencampurin yang
bukan urusannya.Ketidakadilan menyebabkan kekacauan,kericuhan,dll.
B) Keadilan Distributif
Aristoteles
berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidaka sama.
C) Keadilan Komutatif
Keadilan ini
untuk meciptakan kedamaian dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles Keadila
adalah asas prtalian dan ketertiban dalam masayrakat.Segala bentuk
ketidakadilan akan merusak pertalian dan hubungan kekeluargaan dalam
masyarakat.
D.KEJUJURAN
Kejujuran adalah sesuatu yang dikatakan yang terbukti
kebenarannya dan berasal dari hati nurani.Jujur berarti bersh hatinya,tidak
berbohong dan biasanya menaati segala peraturan yang ada.Sesuatu hal yang
dikerjakan tanpa dilandasi kejujuran akan berakhir dengan tidak baik memang
awalnya biasa saja namun pada akhirnya akan ketahuan juga.
Jujur itu berdasarkan hati urani,niat,harapan dan
kehendak.Apabila niat dan kehendak ingin berbohong maka kata hati nurani pun
dilawan.Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang,sebab kejujuran
menciptakan keadilan.Keadilan prinsip dasarnya adalah kejujuran.Jujur
memberikan ketenangan dan ketentraman hati.
Seseorag mustahil dapat memeluk agamnya dengan sempurna
apabila tidak ada kejujuran.Pada hakekatnya kejujuran dilandasi oleh kesadaran
moral dan kesadaran akan adanya hak dan kewajiban yang sama.Kebohongan adalah
dosa walaupun terkadang bohong itu dapat menguntungkan namun saja tetap itu
dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita
sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik
buruk.Memang terkadang hati nurani bertentangan dengan akal pikiran.Namu
hendaknya kita lebih mendengarkan kata hati nurani.Kalau kebohongan dibiarkan
secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang tidak baik dan sangat
merugikan serta membuat perasaan kita tidak tenang dalam menjalanin
kehidupan.Karena hidup dengan kebohongan akan membuat hidup kita tidak tentram
juga.
Selain nilai etis yag ditunjukkan kepada sesama manusia,hati
nurani berkaitan erat juga dalam hibungan manusia dengan Tuhan.Berbagai hal
yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur karena tidak rela,mungkin karena
pengaruh lingkungan,sosial ekonomi,ingin populer,sopan santun,dan untuk
mendidik.
Jujur memang sesuatu hal yang susah untuk dilakukan.Jujur
bermula dari hati,pikiran,perasaan yang bersih.Untuk mempertahankan
kejujuran,berbagai cara dan sikap perlu dipupuk.
E.KECURANGAN
Kecurangan sama halnya dengan ketidakjujuran.Kecurangan
adalah perbuatan untuk melakukan ketidakjujuran.Curang atau kecurangan artinya
apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Kecurangan
menyebabkan manusia menjadi serahkah,tamak,egois,dll. Sebab orang melakukan kecurangan berdasarkan
hubungan manusia dengan alam sekitarnya yaitu aspek ekonomi, aspek budaya,
aspek peradaban, dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan
secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma moral atau norma
hukum yang berlaku.
Akan
tetapi, apabila seseorang dalam hatinya telah diracuni oleh jiwa tamak, iri,
dengki maka manusia akan melakukan perbuatan melanggar norma tersebut dan
jadilah kecurangan yang dilakukannya. Dalam tingkah laku yang nyata itu
ternyata masih sulit membedakan antara tingkah laku yang baik dan mana lagi
yang sebaliknya.
F.PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik adalah nama yang tidak tercela akan
perbuatan ataupun perkataan. Setiap orang menjaga dengan hati-hati supaya
namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi lingkungan sekitar
adalah suatu kebanggaan batin yang tidak ternilai harganya.Nama baik adalah
sesuatu image yang harus kita jaga agar orang-orang mau bergaul dengan kita.
Dengan
nama baik kita memiliki pandangan yang baik dimata orang banyak dan juga bisa
menjadi teladan yang baik bagi orang banyak. Dengan menyebut nama berarti sudah
mengandung arti nama baik. Serta adapula orang tua berpesan untuk jangan
membuat malu keluarga yang bermaksud pesan untuk menjaga nama baik. Dengan
melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya
sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Tingkah
laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai
dengan kodrat manusia yaitu manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk
bermoral dan ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia
untuk mewujudkan dirinya sebagai pelaku moral tersebut.
Pada
hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala
kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau
tidak sesuai dengan akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab ahlaq yang berarti
penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus
disesuaikan dengan penciptannya sebagai manusia. Ada tiga macam godaan yaitu
derajat/pangkat, harta dan wanita.
Ada
pula godaan halus yang dalam bahasa jawa, adigang, adigung, adiguna yaitu
membanggakan kekuasaan, kebesarannya dan kepandaiannya. Semua itu mengandung
arti kesombongan. Untuk memulihkan nama baik, manusia harus bertaubat dan
meminta maaf.
G.PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu
reaksi atas perbuatan orang lain yang tidak kita inginkan atau membuat kita
kesal maupun dendam dengan orang tersebut.Pembalasan adalah perbuatan atau
niatan dari hati yang tidak bersih.Pada dasarnya manusia adalah makhluk moral
dan makhluk sosial.Pembalasan disebabkan oleh pergaulan yang tidak sehat.
Pembalasan juga
timbul dari dendam yang memuncak.Perbuatan pembalasan adalah tindakan yang
tidak bermoral dan tidak berperasaan.
. Dalam bermasyarakat, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan
moral itu. Bila manusia berbuat tidak bermoral (perbuatan yang melanggar hak
dan kewajiban manusia lain), lingkunganlah yang menyebabkannya. Oleh karena
tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia
berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu.
PENGALAMAN PRIBADI
Setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan
keadilan.Ada beberapa orang memang tidak mendapatkan kehidupan yang adil.Setiap
orang juga harus bisa bersikap adil terhadap siapapun tanpa memandang kodrat
dan jabatannya.Setiap manusia tidak akan pernah merasa puas akan apa yang ia
dapatkan.Walaupun ia telah mendapatkan keadilan namun terkadang itu tidak
cukup.
Keadilan tercipta karena adanya kejujuran.Seperti halnya
saya di keluarga saya.Saya sebagai seorang anak dan juga anak ketiga dari empat
bersaudara terkadang merasakan ketidak adilan dan juga terkadang merasakan
keadilan.Keadilan adalah kunci terciptanya suasana kehidupan yang damai dan
harmonis.
Saya
terkadang merasa tidak adil bila dibandingkan dengan saudara saya yang
lain.Terkadanga saya meminta sesuatu barang gitu kepada orang tua saya susah
namun adik saya dengan gampang mendapatkan apapunn yang dia mau.Mungkin
dikarenakan dia anak yang paling kecil dan paling dimanjakan.Dulu saya juga
seperti adik saya yang selalu diberikan apapun yang saya inginkan.
Namun
saya harus berpikir positif dan let it flow.Apapun itu pasti orang tua akan
memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.Tidak ada orang tua yang tidak ingin
anaknya hidup bahagia.Saya harus menjalanin hidup saya dengan penuh rasa
syukur.Orang tua saya memberikan kasih sayang yang sama kepada anak-anaknya
dengan adil.Orang tua sangat menyayangi anak-anaknya.
Sekarang
saya sudah tinggal jauh dari orang tua saya.Namun orang tua saya tetap
memberikan perhatian penuh kepada saya.Walapun saya jauh ,orang tua saya sangat
percaya penuh dengan saya.Kepercayaan yang diberikan orang tua saya tidak akan
saya sia-siakan.
Meskipun
saya jauh,saya harus tetap jujur tentang hal apapun kepada orang tua
saya.Karena keadilan itu bisa timbul juga karena adanya kejujuran.Keadilan berarti
kita tidak boleh iri hati,dengki,tidak boleh licik,tidak boleh melakukan
kecurangan karena akan berakibat jelek dan nama baik kita akan jelek.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar