Jumat, 14 November 2014

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

ILMU BUDAYA DASAR

NAMA                :  RUTH NATALIA NADEAK
NPM                    :  39414865
JURUSAN :  TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
DEPOK
   2014/2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
1.      Pengertian Pandangan Hidup ....................................................................... 3
2.      Cita-cita......................................................................................................... 3
3.      Kebajikan....................................................................................................... 4
4.      Usaha atau Perjuangan................................................................................... 6
5.      Keyakinan/kepercayaan..................................................................................7
6.      Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik..........................................8
7.      Pengalaman Pribadi........................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 13









MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A.PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
            Pandangan gidup bersfifat kodrati karena menyangkan masa depan seseorang.Pandangan hidup berarti pegangan,pedoman,arah untuk hidup ke depan.Pandangan hidup muncul karena adanya harapan.Pandangan hidup itu penting untuk menjalankan kehidupan ke depannya.
            Pandangan hidup diklasifikasikan bedasarkan asalnya ada tiga yaitu :
a)      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b)      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudaayaan dan norma yang terapat pada negara tersebut
c)      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan yang diterima masyarakat disebut ideologi.Ideolog poitik untuk organisasi politik sedangkan untuk negara yaitu ideologi negara.Pandangan hidup mempunyai unsur cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan.Keempat unsur ini tidak dapat dipisahkan karena berkaitan satu sama lain.
B.CITA-CITA
            Cita-cita adalah keinginan,harapan akan sesuatu hal yang harus dicapai untuk kepuaan tersendiri.Cita-cita merupakan pandangan hidup kedepannya.Orang yang tidak memiliki cita-cita berarti orang yang tidak mau menjalanin hidup dan idak memikirkan masa depan.
Apabila  cita-cita  itu tidak mungkin  atau belum mungkin  terpenuhi,  maka  cita-cita  itu disebut angan-angan.  Disini persyaratan dan kemampuan  tidak/belum  dipenuhi  sehinga  usaha untuk mewujudkan  cita-cita  itu tidak mungkin  dilakukan. 
            Antara masa sekarang   yang merupakan  realita dengan masa yang akan datang  sebagai ide atau cita-cita  terdapat jarak waktu. Faktor  manusia  yang mau mencapai  cita-cita  ditentukan  oleh  kualitas  manusianya. Ada orang yamh hanya bercita0cita tampa usaha.Tidak ada kata tiddak mungkin jika dia mau berusaha dan ada niat.Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat.Jadi dalam mencapai cita-cita harus dibarengin usaha dan terutama doa.
C. KEBAJIKAN
            Kebajikan  atau kebaikan adalah perbuatan  yang sesuai dengan norma-norma   agama dan etika. Manusia  berbuat  baik, karena menurut  kodratnya  manusia  itu baik, mahluk  bermoral. Atas  dorongan  suara hatinya  manusia  cenderung  berbuat  baik.dan terkadang manusia cemderung tidak berbuat baik karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi misalnya faktor lingkungan,kondisi,dll.
            Manusia adalah seorang  pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur  itu terpisah  bila manusia  meninggal.Manusia itu terkaddang egois karena  mementingkan diri sendiri, seringkali manusia  tidak mengenal kebajikan.
            Manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak dapat hidup tanpa manusia lain.Manusia sebagai mahluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berekembang karena Tuhan.Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai  mahluk  pribadi, manusia  sebagai  anggota masyarakat,dan manusia sebagai  mahluk Tuhan.
Manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikirian sehingga manusia itu tau membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam  bisikan  di dalam  hati  yang  mendesak   seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan,tindakan atau tingkah laku. Namun terkadang banyak manusia yang tidak mau mendengarkan suara hatinya karena kegoisan.
Suara hati itu datangnya dari lubuk hati yang terdalam dan tidak pernah salah. Jadi berbuat atau bertindak menurut  suara hati, maka tindakan  atau perbuatan  itu adalah baik. Sebaliknya  perbuatan  atau tindakan berlawanan  dengan suara hati kita, maka perbuatan atau tindakan itu buruk. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi-pribadi, sehingga setiap suara masyarakat pada hakekatnya  adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi  dalam masyarakat itu. Suara hati masyarakat pada dasarnya adalah baik.  
            Sesuatu  yang  baik bagi masyarakat, berarti baik bagi kepentingan masyarakat. Tetapi dapat  saja terjadi, bahwa sesuatu yang baik bagi kepentingan umum/masyarakat tidak baik bagi salah seorang  atau segelintir orang didalamnya atau sebaliiknya.
Sebagai mahluk Tuhan,  manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu  membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Kebajikan  berarti  berkata  sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi  yang  melihatnya.
Kebajikan  manusia  nyata dan dapat dirasakan  dalarn tingkah  lakunya.  Karena  tingkah laku bersurnber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendin-sendiri, sehingga  tingkah  laku setiap  orang  berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
·         Pertama faktor pembawaan    (heriditas)  yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan  hal yang diturunkan  atau dipusakai  oleh orang  tua.
·         Faktor  kedua  yang  menentukan tingkah laku seseorang  adalah  Iingkungan (environ­ ment).  Lingkungan   yang  membentuk  seseorang  merupakan   alam  kedua    yang  terjadinya setelah  seorang  anak  lahir  (masa  pembentukan seseorang  waktu  masih  dalam  kandungan merupakan   alam  pertama  ). Lingkungan membentuk  jiwa seseorang   meliputi  lingkungan keluarga,  sekolah, dan masyarakat.Pembentukan    pribad i  dalarn   sekolah   terjadi  pada  masa  anak-anak   atau  masa   sekolah.
·         Lingkungan  ketiga  adalah  masyarakat,  yang menjadi  panutan   bagi  seseorang  adalah  tokoh masyarakat  dengan  masa setelah anak-anak  menjadi dewasa  atau duduk  di perguruan  tinggi. Selain  tokoh-tokoh  dalarn  rumah  tangga,  sekolah  dan  masyarakat  yang merupakan   person, kepribadian seorang anak juga  memperoleh pengaruh  dari benda-benda atau peralatan  dalarn lingkungaan  tersebut yang merupakan  non person.          
  Dalarn prakteknya, dari ketiga faktor diatas. yaitu hereditas, lingkungan, dan pengalarnan.
 D.   USAHA / PERJUANGAN
            Usaha/perjuangan  adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja  keras  untuk  kelanjutan  hidupnya, Sebagian hidup manusia adalah  usaha/perjuangan.Perjuangan untuk  hidup,  dan  ini sudah  kodrat  manusia.  Tanpa  usaha/perjuangan,manusia tidak dapat hidup sempuma.
            Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani,  atau dengan kedua-duanya.
            Untuk  bekerja  keras manusia  dibatasi oleh kemampuan.  Karena  kemampuan   terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kernakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan   itu  terbatas  pada  fisik dan  keahlian/ketrampilan.   Orang  bekerja  dengan  fisik lemah memperoleh  hasil sedikit, ketrampilan  akan memperoleh  penghasilan  lebih banyak jika dibandingkan  dengan orang yang tidak mempunyai  ketrampilan/keahlian.

E.   KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
            Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat,yaitu
(a)  Aliran  Naturalisme
            Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alarn semesta lengkap dengan hukum-hukumnya. secara mutlak dikuasai Tuhan.Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan .
               Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaranTuhan yaitu agarna. Ajaran agarna itu ada dua macarn yaitu :
1. Ajaran agarna dogmatis, yang disarnpaikanoleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agarna yang dogmatis bersifat mutlak (absolut),terdapat dalam kitab suci Al-Quran dan Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.
2.Ajaran agarna dari pemuka-pemukaagarna,yaitu sebagaihasil pemikiranmanusia, sifatnya relatif(terbatas).Ajaranagarnadari pemuka-pemukaagarnatermasukkebudayaan,terdapat dalarn buku-buku agarna yang ditulis oleh pemuka-pemuka agarna. Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembanganjarnan.
Natur  adalah  kekuatan tertinggi,  maka  keyakinan  itu bermula  dan  kekuatan  natur.  Pandangan  hidupnya  dilandasi oleh  kekuatan  natur.  Manusia  yakin  bahwa  kebajikan  adalah  kebajikan  natur.  Pandangan hidup  yang  dilandasi  oleh  kekuatan  natur  sifatnya  atheisme.  Ini disebut  pandangan   hidup komunis.
(b)  Aliran  intelektualisme
            Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan  akal. Dengan akal manusia berpikir.  Mana  yang  benar  menurut akal  itulah  yang  baik,  walaupun  bertentangan   dengan kekuatan  hati nurani.  Manusia  yakin bahwa dengan kekuatan  pikir (akal) kebajikan  itu dapat dicapai dengan sukses.
(c)  Aliran  Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib aninya  kelruatan yang berasal  dan  Tuhan,  percaya  adanya Tuhan  sebagai dasar keyakinan.  Sedangkan  akal adalah dasar kebudayaan,   yang menentukan  benar  tidaknya  sesuato. 
            Apabila aliran ini dihubungkan  dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan  pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarlcan pada logika berpikir, sedangkan  hati nurani  dinomor  duakan,  kekuatan  gaib dari Tuhan  diakui  adanya  tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan  pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat),  pandangan hidup ini disebut sosialisme.
            Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialime – religius. Kebajikan yang dikehendaki  adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
 F.   LANGKAH-LANGKAH  BERPANDANGAN HIDUP YANG BAlK
            Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutanKarena hanya dengan rnernpunyai langkah-langkah  itulah kita dapat memperlakukan pandangan  hidup  sebagai  sarana mcncapai tujuan dan  cita-cita dengan  baik.  Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1)   Mengenal
            Mengenal merupakan suatu kodrat bagi rnanusia yaitu rnerupakan  tahap pertarna dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini rnengenal apa itu pandangan  hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa sctiap manusia itu pasti rnernpunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak rnanusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu bel urn turun ke dunia.
 (2)  Mengerti
            Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan   mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan  pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa  Pancasila  dan  bagaimana  mengatur  kehidupan bernegara.
(3)  Menghayati
            Langkah  selanjutnya  setelah mengerti pandangan  hidup adalah menghayati  pandangan hidup  itu. Dengan  menghayati  pandangan  hidup kita memperoleh  gambaran  yang  tepat dan benar  mengenai  kebenaran pandangan  hdiup  itu sendiri.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalanmya, yaitu  dengan  memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai  pandangan  hidup itu sendiri. Langkah-langkah   yang  dapat  ditempuh  dalam  rangka  menghayati  ini, menganalisa hal-hal  yang  berhubungan  dengan  pandangan  hidup,  bertanya  kepada  orang  yang  dianggap lebih tabu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu  sendiri. Jadi dengan menghayati  pandangan hid up kita akan memperoleh  mengenai kebenaran  tentang  pandangan  hidup  itu sendiri.
            Yang  perIu  diingat  dalam  langkah  mengerti  dan  menghayati  pandangan   hidup  itu, yaitu  harus  ada.  Sikap  penerimaan  terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dalam sikap penerimaan   pandangan  hidup  ini  ada  dua  altematif  yaitu  penerimaan   secara   ikhlas  dan penerimaaan  secara  tidak  ikhlas.
 (4)  Meyakini
            Setelah mengetahui  kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan,  maupun  ditinjau dan  segi  kemasyarakatan  maupun  negara  dan dari  kehidupan  di akherat,  maka  hendaknya kita meyakini  pandangan  hidup  yang telah kita hayati itu. Meyakini  ini merupakan  suatu hal untuk cenderung  memperoleh  suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
 (5.)    Mengabdi
            Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.
            Dampak berpandangan  hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang tua (kedua orang tua). Dalam mengabdi kepada orang tua bila didasari oelh pandangan hidup Islam maka akan cenderung untuk selalu disertai dengan ketaatan dalam mengikuti segala perintahnya. 
 (6) Mengamankan
Hal ini karena kemungkinan  merasakan  bahwa  dalam berpandangan hidup  itu dia  telah  mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah  yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya rnaka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.
















PENGALAMAN PRIBADI
          Setiap manusia memiliki keinginan untuk hidup sejahtera.Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda.Dengan adanya harapan cita-cita maka manusia memiliki pandangan hidup.Pandangan hidup menyangkut masa depan.
          Pandangan hidup menyangkut cita-cita masa depan.Seperti saya memilikki cita-cita dulunya untuk kuliah di negri dengan usaha,dan doa.Namun pada kenyataannya saya tidak lulus.Mungkin Tuhan punya rencana yang indah pada waktu yang mendatang.
          Sekarang saya kuliah di Gunadarma,saya sangat bersyukur kuliah disini.Saya memiliki tujuan hidup dengan kuliah di gunadarma.Saya ingin mencapai cita-cita saya .Pandangan hidup saya sekarang untuk menjadi orang sukses.
          Saya ingin menjadi orang sukses dan bisa berguna dan membantu orang banyak. Dan dapat juga membanggakan orang tua,setelah apa yang telah mereka berikan setidaknya saya bisa membalas keringat mereka dengan perasaan banga
          Walau saya pernah gagal membanggakan kedua orang tua saya dan tidak dapat masuk perguruan tinggi negri saya yakin belom terlambat dan masih banyak waktu untuk dapat berubah dan membuktiikan
Dan juga saya selalu melihat kedepan dan melupakan kegagalan dimasa lalu, sebagai manusia normal saya juga mempunyai keinginan untuk mempunyai keluarga yang harmonis dan juga bahagia, dan dapat menyayangi anak-anak saya kelak dan membeikan penndidikan yang terbaik buat mereka dan agar dapat berguna bagi orang bayak dan dapat membanggakan kedua orang tua.














DAFTAR PUSTAKA


Sabtu, 08 November 2014

Manusia dan Keadilan

ILMU BUDAYA DASAR
NAMA                :  RUTH NATALIA NADEAK
NPM                    :  39414865
JURUSAN :  TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
DEPOK
   2014/2015


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
1.      Pengertian Keadilan ...................................................................................... 3
2.      Keadilan sosial............................................................................................... 3
3.      Macam-macam Keadilan............................................................................... 4
4.      Kejujuran....................................................................................................... 5
5.      Kecurangan................................................................................................6
6.      Pemulihan nama baik.................................................................................7
7.      Pembalasan................................................................................................8
8.      Pengalaman Pribadi....................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10













MANUSIA DAN KEADILAN
A.PENGERTIAN KEADILAN
            Keadilan menurut aristotele adalah kelayakan dalam tindakan anusiaKelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara dua orang atau dua benda.Bila kedua orang tersebut diperhdapakan dalam sesuatu hal,mereka harus mendapatkan bagiannya masing-masingsesuai dengan porsi yang pas.Kalo tidak sama rata maka terjadi ketidakadilan.
             Beberapa pendapat keadilan menurut para ahli :      
·         Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dkatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri,perasaanya dikendalikan oleh akal.
·         Pendapat Socrates tentang keadilan adalah bila mana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya degan baik.
·         Kong Hu cu berpendapat lain bahwa keadila terjadi apabila anak sebagai anak,ayah sebagai ayah,raja sebagai raja,masing-masing melaksanakan kewajibannya.
Menurut pendapat umum bahwa keadilan adalah segala perlakuan yang seimbang yang berhak diterima oleh setiap makhluk hidup sesuai dengan pernana dan kewajibannya masing-masing.Bila manusia tidak mendapakan keadilan yang sesuai maka akan terjadi keributan.ketidakadilan,ketidakdamaian.Berdasarkan kesadaran etisa,kita diminta untuk menyesuaikan atau menyeimbangkan antara hak dan kewajiban.
B.KEADILAN SOSIAL
            Sesuai dengan isi Pancasila sila ke-5 yaitu “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”.Sehingga keadilan berhak didapat oleh seluruh masyarakat.Prinsip dari keadilan itu sendiri untuk membentuk kesejahteraan,kedamaian,mengatasi kemiskinan di Indonesia.
            Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan sebagai berikut :
            “Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakian yang adil dalam bidang hukum,poitik,ekonomi dan kebudayaan”.
            Perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk untuk mewujudkan keadilan sosial :
1)      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap gotong royong dan kekeluargaan
2)      Sikap adil terhadap sesama
3)      Sikap suka memberi pertolongan
4)      Sikap suka bekerja keras
5)      Sikap saling menghargai
Asas mengenai keadilan dituangkan dalam berbagai langkah melalui delapan jalur pemerataan :
1)      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat
2)      Pemerataan memperoleh pendidikan dan kesehatan
3)      Pemerataan pendapatan
4)      Pemerataan lapagan kerja
5)      Pemerataan kesempatan berusaha
6)      Pemerataan kesempatan berpartisipasi
7)      Pemerataan penyebaran pembangunan
8)      Pemerataan kesemepatan memperoleh keadilan

C.BERBAGAI MACAM KEADILAN
A)        Keadilan Legal atau Keadilan Moral
                        Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuaya.Setiap orang menjalankan pekerjaannya sesuai dengan kewajibannya.Sunoto menyebut keadilan itu legal.
            Keadilan timbul karena untuk penyatuan dan peyesuaian yag tepat dalam kehidpan masyarakat.Keadilan dalam masyarakat terwujud bila masing-masing menjalankan peranannya dan fugsinya dengan baik menurut kemampuannya.Fungsi penguasa ialah membagi-bagi tugas masing-masing suesuai dengan fungsi dan kemampuan masing-masing.
            Ketidakadilan terjadi bila sesorang tidak menjalankan peranan dan tanggug jawabnya dengan baik dan pihak lain yang mencampurin yang bukan urusannya.Ketidakadilan menyebabkan kekacauan,kericuhan,dll.
B)        Keadilan Distributif
            Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidaka sama.
C)        Keadilan Komutatif
            Keadilan ini untuk meciptakan kedamaian dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles Keadila adalah asas prtalian dan ketertiban dalam masayrakat.Segala bentuk ketidakadilan akan merusak pertalian dan hubungan kekeluargaan dalam masyarakat.

D.KEJUJURAN
            Kejujuran adalah sesuatu yang dikatakan yang terbukti kebenarannya dan berasal dari hati nurani.Jujur berarti bersh hatinya,tidak berbohong dan biasanya menaati segala peraturan yang ada.Sesuatu hal yang dikerjakan tanpa dilandasi kejujuran akan berakhir dengan tidak baik memang awalnya biasa saja namun pada akhirnya akan ketahuan juga.
            Jujur itu berdasarkan hati urani,niat,harapan dan kehendak.Apabila niat dan kehendak ingin berbohong maka kata hati nurani pun dilawan.Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang,sebab kejujuran menciptakan keadilan.Keadilan prinsip dasarnya adalah kejujuran.Jujur memberikan ketenangan dan ketentraman hati.
            Seseorag mustahil dapat memeluk agamnya dengan sempurna apabila tidak ada kejujuran.Pada hakekatnya kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral dan kesadaran akan adanya hak dan kewajiban yang sama.Kebohongan adalah dosa walaupun terkadang bohong itu dapat menguntungkan namun saja tetap itu dosa.
            Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik buruk.Memang terkadang hati nurani bertentangan dengan akal pikiran.Namu hendaknya kita lebih mendengarkan kata hati nurani.Kalau kebohongan dibiarkan secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang tidak baik dan sangat merugikan serta membuat perasaan kita tidak tenang dalam menjalanin kehidupan.Karena hidup dengan kebohongan akan membuat hidup kita tidak tentram juga.
            Selain nilai etis yag ditunjukkan kepada sesama manusia,hati nurani berkaitan erat juga dalam hibungan manusia dengan Tuhan.Berbagai hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur karena tidak rela,mungkin karena pengaruh lingkungan,sosial ekonomi,ingin populer,sopan santun,dan untuk mendidik.
            Jujur memang sesuatu hal yang susah untuk dilakukan.Jujur bermula dari hati,pikiran,perasaan yang bersih.Untuk mempertahankan kejujuran,berbagai cara dan sikap perlu dipupuk.
E.KECURANGAN
            Kecurangan sama halnya dengan ketidakjujuran.Kecurangan adalah perbuatan untuk melakukan ketidakjujuran.Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
            Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serahkah,tamak,egois,dll. Sebab orang melakukan kecurangan berdasarkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya yaitu aspek ekonomi, aspek budaya, aspek peradaban, dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma moral atau norma hukum yang berlaku.

Akan tetapi, apabila seseorang dalam hatinya telah diracuni oleh jiwa tamak, iri, dengki maka manusia akan melakukan perbuatan melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan yang dilakukannya. Dalam tingkah laku yang nyata itu ternyata masih sulit membedakan antara tingkah laku yang baik dan mana lagi yang sebaliknya.

F.PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik adalah nama yang tidak tercela akan perbuatan ataupun perkataan. Setiap orang menjaga dengan hati-hati supaya namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi lingkungan sekitar adalah suatu kebanggaan batin yang tidak ternilai harganya.Nama baik adalah sesuatu image yang harus kita jaga agar orang-orang mau bergaul dengan kita.
Dengan nama baik kita memiliki pandangan yang baik dimata orang banyak dan juga bisa menjadi teladan yang baik bagi orang banyak. Dengan menyebut nama berarti sudah mengandung arti nama baik. Serta adapula orang tua berpesan untuk jangan membuat malu keluarga yang bermaksud pesan untuk menjaga nama baik. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk bermoral dan ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab ahlaq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptannya sebagai manusia. Ada tiga macam godaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita.
Ada pula godaan halus yang dalam bahasa jawa, adigang, adigung, adiguna yaitu membanggakan kekuasaan, kebesarannya dan kepandaiannya. Semua itu mengandung arti kesombongan. Untuk memulihkan nama baik, manusia harus bertaubat dan meminta maaf.

G.PEMBALASAN
    Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain yang tidak kita inginkan atau membuat kita kesal maupun dendam dengan orang tersebut.Pembalasan adalah perbuatan atau niatan dari hati yang tidak bersih.Pada dasarnya manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial.Pembalasan disebabkan oleh pergaulan yang tidak sehat.
Pembalasan juga timbul dari dendam yang memuncak.Perbuatan pembalasan adalah tindakan yang tidak bermoral dan tidak berperasaan. . Dalam bermasyarakat, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat tidak bermoral (perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain), lingkunganlah yang menyebabkannya. Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu.


















PENGALAMAN PRIBADI
            Setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan keadilan.Ada beberapa orang memang tidak mendapatkan kehidupan yang adil.Setiap orang juga harus bisa bersikap adil terhadap siapapun tanpa memandang kodrat dan jabatannya.Setiap manusia tidak akan pernah merasa puas akan apa yang ia dapatkan.Walaupun ia telah mendapatkan keadilan namun terkadang itu tidak cukup.
            Keadilan tercipta karena adanya kejujuran.Seperti halnya saya di keluarga saya.Saya sebagai seorang anak dan juga anak ketiga dari empat bersaudara terkadang merasakan ketidak adilan dan juga terkadang merasakan keadilan.Keadilan adalah kunci terciptanya suasana kehidupan yang damai dan harmonis.
Saya terkadang merasa tidak adil bila dibandingkan dengan saudara saya yang lain.Terkadanga saya meminta sesuatu barang gitu kepada orang tua saya susah namun adik saya dengan gampang mendapatkan apapunn yang dia mau.Mungkin dikarenakan dia anak yang paling kecil dan paling dimanjakan.Dulu saya juga seperti adik saya yang selalu diberikan apapun yang saya inginkan.
Namun saya harus berpikir positif dan let it flow.Apapun itu pasti orang tua akan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.Tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya hidup bahagia.Saya harus menjalanin hidup saya dengan penuh rasa syukur.Orang tua saya memberikan kasih sayang yang sama kepada anak-anaknya dengan adil.Orang tua sangat menyayangi anak-anaknya.
Sekarang saya sudah tinggal jauh dari orang tua saya.Namun orang tua saya tetap memberikan perhatian penuh kepada saya.Walapun saya jauh ,orang tua saya sangat percaya penuh dengan saya.Kepercayaan yang diberikan orang tua saya tidak akan saya sia-siakan.
Meskipun saya jauh,saya harus tetap jujur tentang hal apapun kepada orang tua saya.Karena keadilan itu bisa timbul juga karena adanya kejujuran.Keadilan berarti kita tidak boleh iri hati,dengki,tidak boleh licik,tidak boleh melakukan kecurangan karena akan berakibat jelek dan nama baik kita akan jelek.

DAFTAR PUSTAKA